Sosialisasi Safety Prosedur Keselamatan di Destinasi Wisata

Kegiatan pariwisata bertujuan untuk memperoleh profit/keuntungan ekonomi bagi pengelola suatu destinasi khususnya masyarakat lokal sebagai host dan memberikan kepuasan kepada wisatawan sebagai guestatas produk yang dijual. Pemerintah Kabupaten Majalengka terus mendorong pada bidang wisata, dalam kegiatan sub penetapan kawasan strategis parawisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka bekerja sama dengan tim BPBD Majalengka bidang pencegahan dan kesiapsiagaan melakukan kegiatan. Pada dasarnya dua hal ini hendaknya membentuk sebuah integrasi yang dapat menguntungkan semua pihak. Kepuasan tersebut meliputi profesionalitas kinerja dan keramahtamahan guide saat melayani wisatawan,fasilitas pendukung pariwisata yang memadai, dan hal terpenting adalah keselamatan dan kesehatan wisatawan atau sering disingkat dengan K3.

“Keselamatan kerja dalam suatu tempat mencangkup berbagai aspek yang berkaitandengan kondisi dan keselamatan sarana danprasarana produksi, manusia dan cara kerja ”(Undang-Undang No. 1 tahun 1970). Jika diimplementasikan dalam konteks pariwisata,keselamatan dan kesehatan kerja yang dimaksudkan dalam kegiatan ini ditekankan pada aspek keselamatan kerja.

Keselamatan kerja tersebut meliputi keselamatan sarana dan prasarana atraksi wisata/kondisi lingkungan kerja, keselamatan pemandu wisata dan wisatawan, serta keselamatan pada cara kerja/prosedur saat melakukan atraksi wisata.

Apabila ketiga komponen keselamatan kerja ini dapat dipenuhi maka dapat menekan sekecil
mungkin risiko-risiko kecelakaan yang tidak diinginkan. Secara umum, aspek keselamatan termasuk didalamnya keberadaan infratruktur, fasilitas, sarana dan personel penyelamat, di banyak daya tarik wisata masih terabaikan.

Pengelolaan daya tarik wisata semestinya mengintegrasikan infratruktur dan perlengkapan keselamatan di dalamnya sejak awal. Pemerintah kabupaten Majalengka terus meningkatkan dan pelaku usaha dibidang pariwisata terhadap keselamatan publik di tempat-tempat pariwisata untuk mengurangi penyebab kurangnya pengendalian terhadap risiko yang ada. Kurangnya ketersediaan sarana keselamatan yang sesuai standar merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan di kawasan wisata. Bahkan tak sedikit daya tarik wisata yang sama sekali tidak memiliki fasilitas penyelamatan tersebut meski pengunjung cukup ramai terutama wisatawan nusantara.

Kita tidak bisa menduga bahwa musibah bisa terjadi setiap saat. Melalui peningkatan aspek keselamatan dilokasi wisata, setidaknya dapat menekan risiko musibah menjadi sekecil mungkin.

Category:
KEGIATAN PEMERINTAH

Leave a Comment