Mitigasi Pada Gedung Perkantoran

Mitigasi Pada Gedung Perkantoran

Sudah semestinya kita menyadari bahwa keselamatan itu penting, kita wajib memiliki kewaspadaan terhadap bencana. Sebagaimana kita ketahui, tentu usaha mitigasi bencana akan lebih baik lagi jika tidak hanya diri sendiri yang mempersiapkannya. Dukungan dari lingkungan juga diperlukan untuk memaksimalkan mitigasi bencana ini, dukungan bisa dalam bentuk wujud barang ataupun non-barang. Penulis akan mengambil contoh lingkungan kantor tempat penulis sehari-hari banyak menghabiskan waktunya untuk beraktivitas. Lantas, bagaimana sebuah kantor dapat menjadi kantor yang baik dan mampu mendukung dalam hal mitigasi bencana alam?

 

 

1. Keterlibatan Top Management

Top Management sebagai pengambil keputusan diharapkan memiliki kesadaran akan pentingnya suatu gedung atau lingkungan perkantoran memiliki prosedur tetap dalam menghadapi bencana. Tidak hanya dukungan, keterlibatan Top Management secara aktif juga dianggap mampu memberikan nilai-nilai yang dasar/fundamental yang dapat dijadikan pegangan oleh seluruh pegawau akan pentingnya siap siaga terhadap prosedur yang telah ditetapkan untuk menghadapi bencana.

 

2. Pembentukan Organisasi Tanggap Darurat

Organisasi tanggap darurat adalah pengelompokan orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang hingga tanggungjawab masing-masing dengan tujuan terciptanya kegiatan yang berdaya guna dan berhasil dalam mencapai tujuan yang berkaitan dengan kedaruratan.[3] pada suatu gedung atau lingkungan perkantoran biasanya terdiri dari gabungan antara pengelola gedung dan penghuni gedung (pegawai). Namun, Top Management juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan bekal pengetahuan kepada seluruh anggota organisasi mengenai siap siaga keadaan darurat dengan memberikan traning, ataupun kelas khusus mengenai materi tanggap darurat. Kemudian, barulah organisasi ini memberikan edukasi dan arahan mengenai apa-apa saja yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan pasca bencana. Pengarahan ini akan memudahkan tugas organisasi ini dalam mengambil tindakan pada keadaan darurat, sebab pegawai atau orang lain diluar organisasi telah mengerti wewenang, tanggung jawab, serta cenderung mendukung dan membantu organisasi tanggap darurat ini saat terjadi keadaan darurat.

 

3. Pelatihan dan Simulasi Tanggap Darurat

Seperti sebelumnya, ini merupakan tanggungjawab organisasi tanggap darurat memberikan arahan kepada seluruh orang yang berada dalam suatu gedung atau lingkungan perkantoran. Pelatihan tersebut diberikan berdasarkan identifikasi potensi keadaan darurat yang mungkin terjadi, sehingga tepat sasaran. Simulasi diperlukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat maka diperlukan simulasi keadaan darurat yang disesuaikan dengan kondisi nyata yang ada di bangunan gedung tersbut dalam keadaan darurat. Oleh karena itu dalam menyusun simulasi keadaan darurat perlu dibuat skenario keadaan darurat terlebih dahulu. Simulasi ini diharapkan dilakukan secara berkala, sehingga tidak lepas dari ingatan seluruh penghuni gedung. Selain itu, simulasi juga mengurangi rasa kepanikan penghuni gedung disaat terjadinya keadaan darurat.

 

4. Sarana dan Prasarana

Manajemen organisasi harus menentukan dan menilai bagaimana situasi darurat akan berdampak pada semua orang di dalam dan/atau di sekitar tempat kerja yang dikendalikan organisasi. Pertimbangan harus diberikan kepada mereka yang memiliki kebutuhan khusus misalnya orang-orang dengan mobilitas, penglihatan dan pendengaran terbatas. Hal ini dapat mencakup karyawan, pekerja sementara, karyawan kontrak atau pengunjung. Sarana/prasarana darurat sangat diperlukan untuk penyelamatan penghuni bangunan dan aset gedung perkantoran. Adapun prasarana yang dibutuhkan adalah sarana jalan keluar bagi penghuni bangunan, sarana jalur masuk mobil pemadam kebakaran/ambulan, lapis perkerasan, area berkumpul, dan lain lain. Sedangkan sarana yang dibutuhkan seperti hidran, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), alarm darurat, hingga penyediaan pintu keluar darurat dan tangga darurat.

Category:
PELATIHAN

Leave a Comment